Buku ini menggambarkan keuletan seorang ibu rumah tangga. Si ibu harus keras untuk menghidupi keluarganya. Bermula dari pembantu penjahit, penjual makanan, pedagang hasil bimi dan akhirnya sebagai juru masak di markas tentara. Sebagai Ibu yang baik, dia tetap bercita-cita agar anaknya bisa bersekolah setinggi-tingginya.
Diawali karena kritisnya lahan yang tidak dimanfaatkan yang kemudian oleh si Onang ditanami pohon bambu. Melalui bambu tersebut dapat tercipta hasil kerajinan tangan anyaman bambu. Hal ini bermakna kepedulian terhadap lingkungan sekitar yang ditindaklanjuti akan berhasil baik.
Memuat 12 cerita yang mengisahkan masing-masing tema.
Di dalam cerita kepahlawanan ini yang menjadi tokoh cerita seorang gadis desa. Ia ikut berjuang bersama Pangeran Diponegoro dan akhirnya gugur sebagai bunga bangsa. Peristiwa itu mengharukan sekali kalau diingat bahwa ia baru saja memasuki jenjang perkawinan.
Buku ini menanamkan kecintaan anak terhadap lingkungan.
Buku ini bertujuan untuk membimbing anak-anak agar nantinya menjadi tunas-tunas bangsa.
Cerita tentang kesiapan bangsa Indonesia dalam menyongsong abad 21.
Buku ini terdapat delapan pembahasan cerita dengan berbagai tema.
Buku ini bernafaskan pancasila dan P4.
Buku ini menceritakan keberhasilan anak desa dalam pengabdiannya kepada masyarakat.